Dialog Kebudayaan Persembahan Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

Kejaksaan Negeri Luwu Timur mempersembahkan Dialog Kebudayaan dengan tema "Merawat Budaya di Bumi Batara Guru" pada hari Jumat, 18 Juli 2019 pukul 08.00 wita bertempat di Pendopo Kejaksaan Negeri Luwu Timur. Video dapat diakses disini.

Dialog Kebudayaan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Timur sebagai moderator, Iwan Soemantri (arkeolog) dan Andi M. Akhmar (Dosen FIB UNHAS), dalam diskusi tersebut membahas permasalahan mengenai problematika kebudayaan suku Bugis yang erat kaitannya dengan epos I LAGA LIGO dan akan dipersembahkan dalam bentuk teater oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur dengan judul "Sawerigading Jatuh Cinta Lagi".

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur Y. Avilla Awanto P, S.H. dan dilanjutkan dengan sesi diskusi, Budayawan Luwu Timur Andi Yayat Pangerang menanyakan kepada narasumber terkait dengan problematika payung hukum pelestarian kebudayaan dan dijawab oleh narasumber bahwa sudah ada payung hukum yang melindungi pelestarian kebudayaan yaitu Undang-undang Nomor 05 tahun 2017 dan uu nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya  terkait dengan budaya yang terawat atau terlihat.

Ramaditya Virgiyansyah S.H.,M.H. selaku Kepala Sub Bagian Pratut juga tidak kalah antusias dengan menyumbangkan pertanyaan terkait dengan apakah saat itu terdapat resensi masyarakat terkait dengan masuknya ajaran Islam kedalam I Lagaligo, dan bagaimana memasukan konsepsi ketuhanan agama Islam kedalam I Lagaligo dan dijawab oleh narasumber kenapa Islam tidak mendapatkan pengaruh yang luar biasa di Toraja karena dua hal yaitu cacing dan kambing, ada paham ideologi orang Toraja yang menolak untuk dimakamkan lalu orang sehari-hari makan babi sedangkan babi dalam Islam tidak dibolehka untuk dikonsumsi, terkait naskah adalah corpus merupakan pandangan bahwa naskah menggunakan bahasa dan bahasa menyimpan sesuatu baik langsung maupun tidak langsung. Satu episode yang saya temukan berkaitan dengan Islam dapat kita lihat dalam beberapa carangan, kita tidak bisa melihat bahasa arab dalam Lagaligo tetapi kita dapat melihat dalam cerita bahwa menyebutkan kalimat syahadat dan salah satu cara yang cerdas adalah pertama mengislmkan dulu dewanya. Ada doa-doa yang bisa kita temukan seperti asmaul husna.

Bapak Kasim selaku tokoh adat menyatakan jika pernah ada peneliti dari University Of Leiden pernah mencari tempat bernama Cerekang dan ingin membangun pusat kebudayaan sebagai bukti bahwa Sawerigading pernah ada disana dan menyarankan supaya dibangun sebuah bukti dimana Sawerigading pernah berada.

Waffiq Sidik selaku budayawan Luwu Timur menyatakan closing statmen bahwa mau dibawa kemana Luwu Timur jika kita tidak tau history.  Bahwa Luwu bukanlah kerajaan melainkan sebuah state, pungkasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur

Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Luwu Utara yang disahkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2003 pada tanggal 25 Februari 2003.

 
 
Y. Avilla Agus Awanto Putra, S.H.

Kontak

  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  0474 321005
  Jl. Soekarno Hatta Puncak Indah, Malili

Kunjungi Sosial Media